Oil Analysis pada Main Pump Excavator

Daftar Isi

 Mengapa Oil Analysis Sangat Penting?

Banyak mekanik baru mengetahui adanya kerusakan main pump setelah tenaga excavator mulai menurun. Padahal, jauh sebelum performa menurun, oli hidrolik sebenarnya sudah memberikan tanda-tanda awal.

Inilah alasan mengapa Program Analisa Pelumas (PAP) atau Oil Analysis menjadi salah satu metode Condition Based Maintenance (CBM) yang paling efektif.

Dengan melakukan oil analysis secara rutin, perusahaan dapat:

  • mendeteksi keausan internal pompa,
  • mengetahui adanya kontaminasi,
  • memprediksi umur komponen,
  • mencegah catastrophic failure,
  • mengurangi downtime.

Pada excavator modern seperti:

  • CAT 320
  • CAT 336
  • CAT 349
  • CAT 395
  • Komatsu PC200
  • Komatsu PC300
  • Komatsu PC400
  • Hitachi ZX470
  • Volvo EC950

Oil Analysis menjadi program wajib pada preventive maintenance.

Prinsip Kerja Oil Analysis

Pada dasarnya oli hidrolik adalah "darah" dari sistem hydraulic.

Saat komponen mengalami keausan, serpihan logam akan terbawa oleh aliran oli.

Laboratorium kemudian menganalisa:

  • jenis logam
  • ukuran partikel
  • jumlah partikel
  • kontaminan
  • degradasi oli

Dari data tersebut dapat diketahui:

Komponen mana yang mulai rusak.

Bahkan sering kali kerusakan dapat diketahui 500–1000 jam sebelum unit benar-benar breakdown.

Parameter Oil Analysis

Berikut parameter yang biasa muncul pada laporan laboratorium.

1. ISO Cleanliness Code

Contoh:

18/16/13

Semakin besar angkanya berarti semakin banyak partikel.

Misalnya:

ISO Code

16/14/11 = Sangat bersih

18/16/13 = Normal

20/18/15 = Mulai kotor

22/20/17 = Sangat kotor

24/22/19 = Berbahaya

Main pump sangat sensitif terhadap kebersihan oli.

Kenaikan hanya satu level ISO Code dapat mempercepat keausan piston shoe.

2. Particle Count

Laboratorium menghitung jumlah partikel berdasarkan ukuran.

Misalnya:

4 micron

6 micron

14 micron

Semakin tinggi particle count maka semakin besar kemungkinan:

  • valve plate aus
  • piston shoe aus
  • slipper wear
  • swash plate mulai tergores.

3. Viscosity

Viskositas menentukan kemampuan oli membentuk lapisan pelumas.

Jika terlalu rendah:

  • internal leakage meningkat
  • tekanan turun
  • temperatur naik

Jika terlalu tinggi:

  • respon hydraulic lambat
  • pompa bekerja lebih berat

4. TAN (Total Acid Number)

TAN menunjukkan tingkat oksidasi oli.

Semakin tinggi TAN berarti:

  • oli mulai rusak
  • aditif habis
  • sludge mulai terbentuk

Sludge dapat menyumbat:

  • servo valve
  • pilot line
  • compensator valve

5. Water Content

Air merupakan musuh terbesar hydraulic.

Air menyebabkan:

  • korosi
  • cavitation
  • rust
  • bacterial growth
  • aditif rusak

Pada main pump, air dapat menyebabkan:

  • piston shoe scoring
  • swash plate pitting
  • bearing corrosion

6. Oxidation

Oksidasi menyebabkan:

  • oli menghitam
  • varnish
  • sludge
  • filter cepat mampat

7. Nitration

Pada hydraulic biasanya rendah.

Namun pada sistem tertentu dapat meningkat akibat temperatur tinggi.

Wear Metal Analysis

Inilah bagian paling penting.

Laboratorium akan mengukur kandungan logam.

Contohnya:

Wear MetalSumber Komponen
Fe (Iron)Gear, shaft, swash plate
Cu (Copper)Bushing
Pb (Lead)Bearing
Sn (Tin)Bearing overlay
Cr (Chromium)Shaft coating
Ni (Nickel)Alloy steel
Al (Aluminium)Housing
Si (Silicon)Debu masuk

Interpretasi Wear Metal

Iron (Fe)

Jika Fe meningkat tajam:

Kemungkinan:

  • piston shoe wear
  • valve plate wear
  • swash plate wear
  • shaft wear

Biasanya disertai:

  • tekanan turun
  • suara kasar
  • casing drain naik. 

Copper (Cu)

Menunjukkan:

  • bushing aus
  • thrust plate wear

Jika Copper naik terus:

Segera inspeksi bearing.

Chromium (Cr)

Chromium berasal dari:

  • shaft
  • hardened surface

Jika naik:

Kemungkinan:

  • shaft scoring
  • piston rod wear

Aluminium (Al)

Biasanya berasal dari:

  • housing
  • piston retainer

Jika meningkat bersamaan dengan Fe:

Kemungkinan terjadi keausan berat.

Silicon (Si)

Silicon hampir selalu berasal dari:

  • debu
  • pasir
  • seal bocor
  • breather rusak

Jika Silicon naik:

Periksa:

  • breather
  • filler cap
  • seal tank hydraulic

Contoh Interpretasi Laporan

Misalnya hasil laboratorium:

ISO Code

22/20/18

Iron

95 ppm

Copper

32 ppm

Silicon

25 ppm

Viscosity

Turun 12%

Interpretasi:

✔ oli kotor

✔ ada debu masuk

✔ pompa mengalami keausan

✔ kemungkinan bushing mulai aus

✔ filter mulai overload

✔ perlu flushing

✔ inspeksi main pump

Trend Analysis

Jangan hanya melihat satu hasil.

Lihat tren.

Misalnya:

500 jam

Fe = 15 ppm

1000 jam

Fe = 24 ppm

1500 jam

Fe = 40 ppm

2000 jam

Fe = 78 ppm

Artinya:

Wear meningkat sangat cepat.

Ini jauh lebih penting dibanding angka absolut.

Hubungan Oil Analysis dengan Main Pump Failure

Berikut beberapa pola yang sering ditemukan:

Fe tinggi + ISO naik

Kemungkinan:

Valve plate aus.


Fe tinggi + Copper tinggi

Kemungkinan:

Bearing mulai rusak.


Silicon tinggi

Kemungkinan:

Kontaminasi debu.


Water tinggi

Kemungkinan:

Seal cooler bocor.


Viscosity turun

Kemungkinan:

Overheating.


TAN tinggi

Kemungkinan:

Oli sudah melewati umur pakai

Kapan Main Pump Harus Dibongkar?

Main pump tidak selalu harus langsung di-overhaul hanya karena wear metal meningkat. Gunakan kombinasi beberapa indikator agar keputusan lebih akurat.

Pertimbangkan pembongkaran jika ditemukan kondisi berikut secara bersamaan:

  • Tekanan hydraulic mulai turun dari spesifikasi.
  • Flow test menunjukkan efisiensi pompa menurun.
  • Casing drain flow meningkat di atas batas normal.
  • Nilai Fe (Iron) terus naik pada beberapa sampel berturut-turut.
  • ISO Cleanliness Code memburuk meskipun filter sudah diganti.
  • Muncul bunyi abnormal atau getaran pada area pompa.
  • Temperatur oli hydraulic meningkat tanpa penyebab eksternal yang jelas.

Menggabungkan hasil Oil Analysis, Pressure Test, Flow Test, dan Case Drain Test akan menghasilkan diagnosis yang jauh lebih akurat dibanding hanya mengandalkan satu metode.

Analisa Kerusakan Main Pump Excavator Lengkap


Oil Analysis pada Main Pump Excavator


Flowchart Troubleshooting Main Pump Excavator dan Tabel Diagnosis Lengkap


Diagnosis Main Pump Excavator: Pressure Test, Flow Test, Case Drain Test, dan Analisis Lapangan

Mengapa Main Pump Rusak?


Mengenal Seluruh Komponen Main Hydraulic Pump Excavator

Tondi Nihita
Tondi Nihita Saya Tondi Nihita Naibaho Saya sekarang seorang Plant Engineering di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan

Posting Komentar