Mengenal Seluruh Komponen Main Hydraulic Pump Excavator

Daftar Isi

Agar dapat menganalisis kerusakan dengan benar, seorang mekanik harus memahami fungsi setiap komponen di dalam main hydraulic pump. Sebagian besar excavator modern menggunakan Variable Displacement Axial Piston Pump, yang terdiri dari puluhan komponen presisi dengan toleransi hingga beberapa mikron. Kerusakan kecil pada satu komponen saja dapat menyebabkan penurunan efisiensi seluruh sistem.


Konstruksi Main Hydraulic Pump

Secara umum, main pump terdiri atas:

  1. Drive Shaft
  2. Bearing
  3. Cylinder Block
  4. Piston Assembly
  5. Slipper
  6. Retainer Plate
  7. Ball Guide
  8. Swash Plate
  9. Valve Plate
  10. Port Plate
  11. Servo Piston
  12. Bias Spring
  13. Pump Housing
  14. Case Drain
  15. Charge Pump (pada tipe tertentu)
  16. Regulator
  17. Pressure Compensator
  18. Torque Control
  19. Solenoid Control
  20. Shaft Seal

Masing-masing memiliki fungsi yang saling berkaitan.

1. Drive Shaft

Drive shaft adalah poros utama yang menerima putaran langsung dari engine melalui coupling atau gear train.

Fungsi

  • Mengubah tenaga putar engine menjadi putaran cylinder block.
  • Menyalurkan torsi ke seluruh mekanisme pompa.
  • Menjaga sinkronisasi putaran seluruh piston.

Beban yang Diterima

Drive shaft menerima:

  • Beban puntir (torsional load)
  • Beban radial
  • Beban aksial
  • Getaran engine

Karena itu shaft dibuat dari baja paduan yang telah melalui proses heat treatment.

Kerusakan yang Sering Terjadi

  • Spline aus
  • Shaft patah
  • Fretting corrosion
  • Keausan journal bearing
  • Permukaan shaft tergores

Penyebab

  • Misalignment engine
  • Coupling longgar
  • Overload
  • Bearing macet
  • Kontaminasi oli

Gejala

  • Bunyi kasar
  • Getaran meningkat
  • Kebocoran seal
  • Putaran tidak stabil

2. Bearing

Bearing menopang drive shaft agar dapat berputar dengan gesekan seminimal mungkin.

Jenis bearing dapat berupa:

  • Taper Roller Bearing
  • Needle Bearing
  • Ball Bearing

tergantung desain pompa.

Fungsi

  • Menahan beban radial
  • Menahan beban aksial
  • Menjaga posisi shaft
  • Mengurangi gesekan

Kerusakan

Bearing menjadi salah satu komponen pertama yang rusak apabila oli terkontaminasi.

Mode kegagalan:

  • Pitting
  • Spalling
  • Brinelling
  • Overheating
  • Cage failure

Gejala

✔ suara mendengung

✔ vibrasi tinggi

✔ temperatur housing meningkat

✔ serpihan logam pada oil filter

3. Cylinder Block

Cylinder block merupakan rumah bagi seluruh piston.

Pada excavator biasanya terdapat:

9 piston

atau

7 piston

tergantung desain pompa.

Cylinder block akan berputar bersama shaft.

Fungsi

  • Menjadi jalur piston
  • Menyalurkan oli dari suction menuju discharge
  • Menjaga sealing piston

Material

Umumnya dibuat dari:

High Carbon Alloy Steel

yang memiliki kekerasan tinggi.

Kerusakan

Yang paling sering terjadi:

  • Bore wear
  • Ovality
  • Scoring
  • Cracking

Penyebab

  • Abrasive contamination
  • Pelumasan buruk
  • Overheating
  • Cavitation

4. Piston Assembly

Piston merupakan komponen yang menghasilkan perubahan volume.

Saat shaft berputar:

Piston bergerak maju mundur.

Gerakan inilah yang menghasilkan:

  • suction
  • compression
  • discharge

Material

Biasanya:

Chrome Alloy Steel

dengan finishing sangat halus.

Clearance piston sangat kecil.

Bahkan hanya beberapa mikron.

Kerusakan

Sering ditemukan:

  • Scuffing
  • Scoring
  • Wear
  • Pitting
  • Seizure

Dampaknya

Internal leakage meningkat.

Flow turun.

Pressure turun.

Efisiensi pompa turun drastis.

5. Slipper

Slipper merupakan salah satu komponen paling kritis.

Komponen ini selalu bergesekan dengan swash plate.

Walaupun bergesekan, kedua komponen sebenarnya tidak boleh saling menyentuh langsung.

Di antaranya terdapat oil film.

Oil film inilah yang mencegah keausan.

Fungsi

  • Mengikuti sudut swash plate
  • Mengubah putaran menjadi gerakan reciprocating
  • Menjaga kontak hidrodinamik

Kerusakan

Slipper sering mengalami:

  • Scoring
  • Burning
  • Wear
  • Edge Chipping

Penyebab

  • Oli kotor
  • Kekurangan oli
  • Overheating
  • Viskositas rendah
  • Udara masuk

Jika oil film hilang maka slipper langsung menggesek swash plate.

6. Swash Plate

Swash plate merupakan "otak mekanik" dari pompa.

Komponen ini menentukan:

berapa jauh piston bergerak.

Semakin besar sudut swash plate:

➡ displacement naik

➡ flow naik

➡ tenaga naik

Semakin kecil sudut:

➡ flow turun

➡ engine load turun

➡ fuel consumption turun

Material

Swash plate dibuat dari baja dengan permukaan yang sangat keras.

Sering menggunakan:

Induction Hardened Steel

Kerusakan

Yang paling sering ditemukan:

  • Mirror polishing
  • Scoring
  • Scratch
  • Thermal crack

Penyebab

  • Slipper rusak
  • Kontaminasi
  • Overheating
  • Oil starvation

Jika swash plate sudah tergores maka seluruh pompa biasanya harus dioverhaul.

7. Valve Plate

Valve plate adalah komponen yang mengatur:

  • suction port
  • discharge port

Seluruh proses keluar masuk oli terjadi di sini.

Fungsi

  • Mengatur timing aliran oli
  • Memisahkan suction dan discharge
  • Menjaga efisiensi volumetrik

Kerusakan

Valve plate sangat sering mengalami:

  • Crescent wear
  • Scoring
  • Micro pitting
  • Burn mark

Penyebab

  • Partikel logam
  • Debu silika
  • Air
  • Tekanan tinggi
  • Pelumasan buruk
 

8. Retainer Plate

Retainer menjaga seluruh slipper tetap berada pada posisi yang benar.

Jika retainer rusak:

Slipper dapat meloncat.

Piston akan macet.

Main pump dapat langsung kehilangan tekanan.

Kerusakan

  • Crack
  • Fatigue
  • Wear 

9. Ball Guide

Ball guide menjaga piston tetap sejajar.

Komponen ini sering luput saat inspeksi.

Padahal apabila aus maka:

  • piston miring
  • slipper tidak rata
  • swash plate cepat aus

10. Servo Piston

Servo piston merupakan bagian sistem kontrol.

Komponen inilah yang mengubah sudut swash plate.

Input berasal dari:

  • regulator
  • pressure compensator
  • electronic controller

Kerusakan

Jika servo macet maka:

  • pompa selalu full stroke
  • pompa selalu minimum stroke
  • excavator menjadi lambat
  • engine overload 

11. Shaft Seal

Seal mencegah oli keluar dari housing.

Kerusakan seal sering dianggap sepele.

Padahal kebocoran kecil dapat menyebabkan:

  • udara masuk
  • aerasi
  • cavitation
  • kerusakan pompa

12. Case Drain

Case drain berfungsi mengembalikan oli bocor internal menuju tangki.

Jumlah oli case drain merupakan indikator kesehatan pompa.

Semakin besar internal leakage maka:

➡ case drain meningkat.

Karena itu pengukuran case drain merupakan salah satu metode diagnosis paling akurat tanpa membongkar pompa.

Nilai Case Drain

Secara umum:

  • Normal: rendah dan stabil sesuai spesifikasi pabrikan.
  • Mulai aus: meningkat dibanding baseline unit.
  • Parah: aliran case drain tinggi disertai penurunan tekanan dan performa.

Catatan: Nilai batas berbeda untuk setiap model pompa dan excavator. Selalu gunakan spesifikasi dari manual servis OEM saat melakukan pengujian.


Hubungan Antar Komponen

Seluruh komponen di atas bekerja seperti rantai.

Contoh:

Kontaminasi kecil pada oli

Slipper tergores

Swash plate ikut aus

Piston bocor

Valve plate rusak

Flow turun

Pressure turun

Operator mengeluh unit lemah

Main pump overhaul

Inilah alasan mengapa analisis akar penyebab (Root Cause Analysis) jauh lebih penting daripada sekadar mengganti komponen yang rusak. 

Analisa Kerusakan Main Pump Excavator Lengkap


Oil Analysis pada Main Pump Excavator


Flowchart Troubleshooting Main Pump Excavator dan Tabel Diagnosis Lengkap


Diagnosis Main Pump Excavator: Pressure Test, Flow Test, Case Drain Test, dan Analisis Lapangan

Mengapa Main Pump Rusak?


Mengenal Seluruh Komponen Main Hydraulic Pump Excavator

Tondi Nihita
Tondi Nihita Saya Tondi Nihita Naibaho Saya sekarang seorang Plant Engineering di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan

Posting Komentar