Cara Mempercepat Blog Blogger agar Loading di Bawah 1 Detik (Panduan Lengkap 2026)

Daftar Isi

Kecepatan blog bukan lagi sekadar faktor teknis. Di tahun 2026, kecepatan adalah faktor ranking utama Google.

Jika blog Anda lambat, maka:
• Ranking turun
• Bounce rate naik
• Dwell time rendah
• AdSense sulit diterima
• Pengunjung kabur sebelum membaca

Di panduan ini, saya bahas cara mempercepat blog Blogger hingga loading di bawah 1 detik dengan pendekatan SEO 2026 yang lebih “teknis tapi praktis”—lengkap dengan kode lazy load dan optimasi lain yang bisa langsung dipasang.

Baca juga di BangTondi.com:
Panduan SEO Blogger 2026
Apa Itu Dwell Time dan Cara Meningkatkannya
Cara Pasang GSC di Blogger

1) Cek Dulu: Sumber Lemotnya dari Mana?


Sebelum pasang kode, cek dulu pakai:
  • PageSpeed Insights

  • Lighthouse (Chrome)

  • GTmetrix

Yang biasanya bikin lemot:

  • Gambar terlalu besar (LCP jelek)

  • Script di <head> terlalu banyak (render-blocking)

  • Font berat (Google Fonts kebanyakan)

  • Widget + iklan bikin layout loncat (CLS jelek)

Target utama: Core Web Vitals 2026 (LCP, CLS, INP).

2) Lazy Load Gambar (Wajib) + Kode Siap Pasang

A) Cara paling aman (tanpa otak-atik gambar satu-satu)

Pasang script berikut agar gambar di konten posting otomatis jadi lazy load.

Tempat pasang: Tema → Edit HTML → cari </body> lalu tempel DI ATAS </body>.

<script>

/* Auto LazyLoad Images in Post Body - Blogger 2026 */

(function(){

  function run(){

    var scope = document.querySelector(".post-body") || document.querySelector("article") || document.body;

    if(!scope) return;


    var imgs = scope.querySelectorAll("img");

    for (var i=0; i<imgs.length; i++){

      var img = imgs[i];


      // Skip jika sudah punya lazy / loading

      if (img.getAttribute("loading")) continue;


      // Tambahkan lazy load

      img.setAttribute("loading","lazy");

      img.setAttribute("decoding","async");


      // Bantu CLS: kalau belum ada width/height, coba set style agar stabil

      if(!img.getAttribute("width") && !img.style.width){

        img.style.maxWidth = "100%";

        img.style.height = "auto";

      }

    }

  }


  if (document.readyState === "loading") {

    document.addEventListener("DOMContentLoaded", run);

  } else {

    run();

  }

})();

</script>

Efek: LCP membaik, loading terasa lebih ringan, gambar tidak “narik” bandwidth di awal.

B) Lazy load iframe (YouTube / embed) biar makin ngebut

Tempat pasang: Sama, di atas </body>.

<script>

/* LazyLoad Iframe (YouTube/Embed) */

(function(){

  var iframes = document.querySelectorAll("iframe");

  for (var i=0; i<iframes.length; i++){

    iframes[i].setAttribute("loading","lazy");

  }

})();

</script>

Efek: halaman tidak berat gara-gara video langsung load.

3) Preconnect Font (Kalau Pakai Google Fonts)

Jika template Anda memakai Google Fonts, sering bikin FCP/INP lambat.

Tempat pasang: Tema → Edit HTML → cari <head> lalu tempel sesudah <head>.

<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">

<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>

Efek: koneksi ke server font lebih cepat.

4) Hilangkan Render-Blocking CSS/JS (Cara Aman di Blogger)

A) Tunda script non-penting dengan defer

Kalau Anda punya script seperti widget, tracking tambahan, atau script share button, ubah jadi:

<script defer src="https://contoh.com/widget.js"></script>

defer bikin script tidak menghambat render awal.

B) Tunda script pihak ketiga pakai “delayed load”

Ini cocok untuk script yang tidak harus langsung aktif di awal.

Tempat pasang: di atas </body>.

<script>

/* Delay third-party scripts after user interaction (Blogger 2026) */

(function(){

  var loaded = false;


  function loadScripts(){

    if(loaded) return;

    loaded = true;


    var s = document.createElement("script");

    s.src = "https://contoh.com/widget-berat.js";

    s.async = true;

    document.body.appendChild(s);

  }


  ["mousemove","touchstart","scroll","keydown"].forEach(function(evt){

    window.addEventListener(evt, loadScripts, {passive:true, once:true});

  });


  setTimeout(loadScripts, 5000);

})();

</script>

Efek: halaman “kelihatan cepat” karena script berat baru masuk belakangan.

5) Kurangi CLS (Tulisan / konten loncat-loncat)

CLS biasanya muncul karena:

  • iklan muncul tiba-tiba

  • gambar belum punya ukuran

  • embed / iframe tanpa ukuran

Tambahkan CSS ini:

Tempat pasang: Tema → Sesuaikan → Tambahkan CSS (atau di <style> template).

/* Stabilkan gambar biar CLS turun */

.post-body img{

  max-width:100%;

  height:auto;

  display:block;

}


/* Iframe video responsif + stabil */

.post-body iframe{

  max-width:100%;

}


/* Hindari loncat saat font load */

body{

  text-rendering: optimizeLegibility;

}

6) Kompres & Convert Gambar ke WebP (Yang paling ngaruh)

Target ukuran gambar:

  • Featured image: 1200x630

  • Berat: di bawah 100KB (ideal)

Jika Anda sering posting tentang alat berat / tambang, gambar biasanya besar—ini penyebab utama blog lemot.

7) Batasi Post di Homepage (Jangan Kebanyakan)

Ideal tampil:
5–7 artikel saja.

Semakin sedikit request, semakin cepat.

8) Cloudflare (Bang Tondi sudah pakai )

Aktifkan di Cloudflare:

  • Brotli

  • Minify HTML/CSS/JS

  • Caching

Catatan: Rocket Loader bisa membantu, tapi kadang konflik dengan template. Kalau ada error tampilan, matikan Rocket Loader.

9) Internal Linking (Biar Dwell Time & SEO naik)

Baca juga di BangTondi.com:

Sistem Clutch pada Transmission
Kode Error Excavator Komatsu Lengkap 2026

Kesimpulan

Kecepatan blog adalah fondasi SEO 2026.
Kalau Anda serius ingin ranking naik + AdSense aman, maka:

✅ Lazy load gambar + iframe
✅ tunda script berat
✅ perbaiki CLS
✅ optimasi font
✅ kompres gambar + WebP
✅ rapikan homepage dan widget


Tondi Nihita
Tondi Nihita Saya Tondi Nihita Naibaho Saya sekarang seorang Plant Engineering di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan

Posting Komentar