Kenapa Blog Saya Sepi di dan Apa yang Saya Perbaiki
Kondisi Blog Saya di Awal
- Artikel saya tulis dengan niat
- Topic yang saya buat sangat beragam
- Judul terlihat menarik menurut saya
- Postingan saya lakukan secara rutin bahkan sangat banyak
- Traffic Sepi
- Artikel sangat sulit ditemukan di Google
- Tidak ada pembaca yang kembali
Kenapa Blog Saya Sepi di Awal
1. Menulis Tanpa Riset Kata Kunci
Kesalahan terbesar saya adalah menulis berdasarkan apa yang ingin saya sampaikan, bukan apa yang ingin dicari pembaca. Saya menulis topik yang menurut saya penting, tanpa riset apakah topik tersebut benar-benar dicari orang di mesin pencari.
Akibatnya, artikel sulit muncul di Google. Tidak ada trafik organik, dan blog terasa seperti berbicara di ruang kosong. Dari sini saya belajar bahwa menulis untuk blog berbeda dengan menulis di buku harian.
2. Artikel Tidak Cepat Terindeks Google
Di awal, saya berpikir bahwa Google akan otomatis menemukan artikel saya setelah dipublikasikan. Ternyata tidak sesederhana itu. Struktur blog belum optimal, Search Console jarang dicek, dan saya tidak benar-benar memahami cara kerja indeks Google.
Beberapa artikel bahkan baru terindeks setelah waktu yang cukup lama. Ini jelas mempengaruhi performa blog, terutama untuk blog baru.
3. Topik Terlalu Umum dan Kompetitif
Saya juga membuat kesalahan dengan memilih topik yang terlalu besar dan umum. Topik seperti ini biasanya sudah dikuasai oleh website besar dengan domain kuat dan backlink banyak.
Sebagai blog baru, saya kalah di hampir semua aspek: usia domain, otoritas, dan kepercayaan mesin pencari. Akibatnya, artikel saya tenggelam jauh di hasil pencarian.
4. Tidak Ada Internal Link dan Alur Bacaan
Setiap artikel saya berdiri sendiri. Tidak ada tautan ke artikel lain, tidak ada alur bacaan yang jelas. Pembaca datang, membaca sebentar, lalu pergi.
Ini membuat waktu tinggal pembaca rendah dan memberi sinyal negatif ke mesin pencari bahwa blog saya kurang relevan.
5. Tidak Ada Promosi Konten
Saya juga sempat berpikir bahwa artikel bagus akan menemukan pembacanya sendiri. Kenyataannya, blog baru butuh dorongan awal. Tanpa promosi, artikel hanya menjadi arsip tanpa pembaca.
Refleksi dari Pertanyaan yang Sering Muncul di Google
Saat mencari tahu penyebab blog sepi, saya menemukan beberapa pertanyaan yang sering muncul di Google dan ternyata sangat relevan dengan kondisi saya.
Salah satunya adalah tentang kekurangan Blogspot. Jujur saja, saya sempat menyalahkan platform. Namun setelah saya pelajari lebih dalam, masalahnya bukan pada Blogspot, melainkan pada cara saya mengelola blog tersebut. Blogspot memang memiliki keterbatasan dalam kustomisasi dan fitur lanjutan, tetapi untuk membangun blog yang sehat, platform ini sebenarnya sudah lebih dari cukup.
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah kenapa banyak orang berhenti ngeblog. Dari pengalaman saya dan yang saya lihat di sekitar, banyak blogger berhenti bukan karena tidak bisa menulis, melainkan karena blog mereka terlalu lama sepi. Mereka sudah menulis banyak artikel, namun tidak memahami apa yang harus diperbaiki. Tanpa arah yang jelas, motivasi perlahan menghilang.
Saya juga sempat bertanya, apakah orang masih ngeblog di tahun 2025? Jawabannya ternyata masih. Namun caranya sudah berbeda. Blogging sekarang lebih menekankan pada kualitas, pengalaman nyata, dan konten yang benar-benar membantu pembaca. Blog yang hanya mengejar jumlah artikel tanpa strategi memang akan tertinggal.
Lalu muncul pertanyaan paling klasik: apakah membuat blog masih bisa menghasilkan uang? Dari pengalaman saya, jawabannya masih bisa, tetapi tidak instan. Blog perlu dibangun sebagai aset jangka panjang. Ketika trafik, kepercayaan, dan konsistensi sudah terbentuk, barulah monetisasi masuk akal untuk dijalankan.
Dari sini saya sadar, blog saya sepi di awal bukan karena salah platform atau salah zaman, melainkan karena strategi saya sendiri yang belum tepat.
Pelajaran Penting yang Saya Dapat
Dari semua proses ini, saya belajar bahwa:
-
Blog sepi di awal adalah hal yang wajar
-
Blogging bukan soal cepat, tapi konsisten
-
SEO bukan trik instan, tapi kebiasaan
-
Strategi lebih penting daripada sekadar rajin menulis
Blog bukan sprint, melainkan maraton.
Hal yang saya lakukan
- Saya fokus pada satu niche artikel sehingga google mengerti arah blog saya kemana
- Saya tidak spam postingan agar Google tidak memasukkan blog saya ke blog spam
- Saya menggunakan dominan berbayar agar lebh di percaya oleh Google
Hasil yang sayang dapatkan
Kesimpulan
Jika saat ini blog kamu masih sepi, itu bukan berarti kamu gagal. Saya juga pernah berada di posisi yang sama. Blog sepi di awal bukan tanda untuk berhenti, tetapi tanda bahwa masih ada yang perlu diperbaiki.
Selama kita mau belajar, mengevaluasi, dan konsisten, blog akan menemukan jalannya sendiri. Saya sekarang melihat blog bukan sekadar tempat menulis, tetapi aset jangka panjang yang tumbuh pelan-pelan.
Dan perjalanan ini masih terus berjalan.
FAQ
Kenapa blog saya sepi di awal?
Blog sepi di awal adalah hal yang sangat wajar, terutama untuk blog baru. Penyebab utamanya biasanya karena belum melakukan riset kata kunci, artikel belum optimal SEO, serta blog belum memiliki trafik dan kepercayaan dari mesin pencari. Dengan evaluasi dan perbaikan yang tepat, kondisi ini bisa berubah secara bertahap.
Tentang Penulis
Ditulis oleh Tondi Nihita, blogger dan praktisi SEO
Ditulis oleh Tondi Nihita, blogger dan praktisi SEO


Posting Komentar