10 Penyebab Excavator Cepat Panas dan Cara Mengatasinya (Super Lengkap & Teknis 2026)

Daftar Isi

Excavator cepat panas bukan hanya gangguan operasional. Dalam sistem alat berat, overheating adalah indikator bahwa keseimbangan energi dalam mesin terganggu.

Secara teknik, engine adalah sistem konversi energi:

Energi kimia (BBM) → Energi mekanik + Energi panas.

Sebagian panas harus dibuang melalui sistem pendingin. Jika sistem ini gagal, suhu meningkat dan komponen mengalami thermal stress.

Sebagai plant engineer, kita harus melihat ini sebagai analisa energi, bukan sekadar “air radiator kurang”.

Konsep Dasar Heat Load pada Excavator

Setiap engine menghasilkan panas dari pembakaran.

Jika:

  • Engine output = 300 kW

  • Efisiensi termal ±40%

Artinya ±60% energi menjadi panas.

Jika heat rejection system tidak mampu membuang panas tersebut, maka suhu akan naik.

Rumus dasar perpindahan panas:

Q=m×Cp×ΔTQ = m × Cp × Î”T

Dimana:

  • Q = panas (kJ)

  • m = massa coolant

  • Cp = kapasitas panas spesifik

  • ΔT = perubahan temperatur

Jika volume coolant berkurang → m turun → Q yang bisa diserap turun → suhu naik lebih cepat.

Tabel Suhu Normal vs Abnormal Excavator

Kondisi OperasionalSuhu NormalSuhu WarningSuhu Abnormal
Idle75–85°C90°C>95°C
Digging ringan80–90°C95°C>100°C
Digging berat85–95°C100°C>105°C
Hydraulic heavy load85–95°C100°C>110°C
Shutdown heat soakTurun bertahapTidak turunTetap tinggi

Catatan:

  • Di atas 105°C risiko gasket failure meningkat

  • Di atas 110°C risiko cylinder head warp tinggi

Radiator Tersumbat Debu Batubara

Radiator berfungsi membuang panas melalui konveksi udara.

Rumus konveksi:

Q=h×A×ΔTQ = h × A × Î”T

Jika sirip radiator tertutup debu:

  • A (luas permukaan efektif) turun

  • h (koefisien perpindahan panas) turun

  • Q turun

  • Suhu naik

Di tambang batubara, debu + oli membentuk lapisan isolasi.

Gejala:

  • Fan normal

  • Suhu naik saat beban tinggi

  • Radiator tampak tertutup debu

Solusi:

✔ Cleaning rutin
✔ Gunakan compressed air
✔ Hindari water jet langsung

Coolant Kurang atau Tidak Sesuai Spesifikasi

Jika coolant kurang:

  • Massa m turun

  • Kapasitas penyerapan panas turun

  • Terjadi vapor pocket

Vapor pocket menyebabkan hotspot pada cylinder head.

Jika menggunakan air biasa:

  • Scaling

  • Korosi

  • Heat transfer terganggu

Analisa Heat Load

Misal:
Coolant 30 liter → mampu menyerap panas tertentu
Jika turun jadi 20 liter → kemampuan menyerap panas turun 33%

Artinya suhu naik lebih cepat.

Thermostat mengatur aliran ke radiator.

Jika stuck close:

  • Sirkulasi hanya by-pass

  • Radiator tidak menerima panas

  • Temperatur melonjak cepat

Gejala klasik:
Upper hose panas
Radiator dingin

Wajib diuji dengan metode pemanasan air.

Water Pump Lemah

Jika impeller aus:

Debit aliran turun → ΔT naik → coolant tidak mampu menyerap panas optimal.

Water pump juga bisa mengalami cavitation jika coolant tidak sesuai spesifikasi.

Fan Tidak Optimal

Pada sistem hydraulic fan:

Jika tekanan hydraulic turun:

  • RPM fan turun

  • Airflow turun

  • Q konveksi turun

Fan clutch rusak juga menyebabkan airflow tidak maksimal.

Hydraulic Oil Overheat

Hydraulic oil panas meningkatkan beban engine.

Hubungan sistem:

Hydraulic load ↑

Engine load ↑

Heat generation ↑

Cooling demand ↑

Jika oil cooler tersumbat → sistem overload.

Baca juga analisa performa unit:
Penyebab Excavator Tidak Kuat Angkat dan Cara Troubleshooting Lengkap

Beban Kerja Berlebihan

Engine bekerja pada high load terus-menerus meningkatkan heat load.

Tanpa idle cooling:

  • Heat soak terjadi

  • Suhu tidak sempat turun

Intercooler Tersumbat

Udara panas masuk ruang bakar → efisiensi turun → panas meningkat.

Head Gasket Bocor

Gas pembakaran masuk sistem pendingin → tekanan naik → coolant terdorong keluar.

Ini sudah tahap serius.

 Sensor Temperatur Error

Selalu verifikasi dengan infrared thermometer.

Analisa Matematis Heat Load Tambang

Misal excavator bekerja:

  • Output engine 300 kW

  • 60% menjadi panas → 180 kW

Jika radiator hanya mampu buang 150 kW karena kotor → sisa 30 kW akumulasi panas.

Dalam 1 jam:

30 kW × 3600 detik = 108.000 kJ energi panas tersimpan.

Inilah yang menyebabkan temperatur naik bertahap hingga overheat.

Dampak Overheating Jangka Panjang

  • Thermal fatigue

  • Retak housing

  • Warping cylinder head

  • Seal cepat rusak

  • Oil degradation

Seperti kegagalan struktur pada bucket crack, kegagalan besar selalu diawali dari peningkatan stress kecil.

Preventive Strategy Level Tambang

✔ Radiator cleaning schedule
✔ Trend monitoring suhu harian
✔ Oil analysis
✔ Operator training
✔ Thermal inspection rutin

Studi Kasus Nyata Lapangan

Unit excavator 300 ton mengalami suhu 108°C saat digging berat.

Temuan:

  • Radiator tertutup debu batubara

  • Oil cooler kotor

  • Heat rejection turun ±15%

Setelah cleaning menyeluruh dan flushing coolant:

Suhu stabil kembali di 92°C.

Kesimpulan:
Overheating terjadi bukan karena kerusakan besar, tetapi karena penurunan efisiensi pendinginan.

Metode analisa sistematis seperti ini dijelaskan juga dalam:
Delapan Langkah Troubleshooting yang Harus Diketahui Mekanik (Panduan Industri Pertambangan 2026)

Kesimpulan Engineer Level

Excavator cepat panas bukan hanya masalah coolant.

Itu adalah ketidakseimbangan antara:

Heat generation
dan
Heat rejection

Jika heat rejection < heat generation → overheating pasti terjadi.

Mekanik profesional tidak hanya mengganti komponen.
Ia menganalisa sistem energi.

Diagram Alur Energi Mesin Excavator



Alur Energi Secara Konseptual:

Solar (100% energi kimia)

Pembakaran di ruang bakar

Energi terbagi menjadi:

  • ±40% Energi mekanik (power output)

  • ±30% Panas melalui exhaust

  • ±20% Panas diserap coolant

  • ±10% Hilang melalui radiasi & gesekan

Jika sistem pendingin gagal membuang 20% panas tersebut, maka temperatur mesin akan terus meningkat.

Analisa Matematis Heat Load

Misal engine output = 300 kW
Efisiensi = 40%

Artinya:

Total energi masuk ≈ 750 kW
Energi panas ≈ 450 kW

Jika radiator hanya mampu membuang 400 kW karena kotor, maka:

Sisa panas = 50 kW

Dalam 1 jam operasi:

50 kW × 3600 detik = 180.000 kJ energi panas tersimpan

Akumulasi energi inilah yang menyebabkan overheating bertahap.

Tondi Nihita
Tondi Nihita Saya Tondi Nihita Naibaho Saya sekarang seorang Plant Engineering di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan

Posting Komentar