Google Tidak Membunuh Konten, Tapi Menyaring Siapa yang Layak Menghasilkan Uang
Google AI Tidak Menciptakan Jawaban Dari Nol
Untuk konten kreator khususnya di konten kreator blogger perlu memhami sesuatu yang penting :
Google AI tidak berpikir sendiri.
Fungsi AI di mesin pencarian Google :
- Mengambil data untuk di keluarkan dari konten buatan manusia
- menyusun secara ringkas dari sumber artikel-artikel yang dianggap kredibel
- Memprioritaskan konten yang rapi dan jelas dan berpengalaman di bidangnya
- dangkal
- hasil menulis ulang
- dan tidak punya sudut pandang
- dan tidak nyata dari pengalaman
Konten yang mulai Kehilangan Nilai
- Artikel definisi pendek
- Konten "Apa itu" namun tanpa solusi yang pasti
- Arikel keyword tanpa konteks
- Konten saya beberapa banyak yang dibuatkan oleh AI tanpa saya perbaiki sama sekali.
Konten yang Semakin Mahal Nilainya
- Tutorial berbasis praktik
- Pengalaman Pribadi
- Studi Kasus
- Opini Professional
- Konten niche dan spesifik
- Problem Solving nyata
Masih bisa mengasilkan uang dari Konten?
- Adsense (konten panjang dan niche)
- Affiliate berbasis pengalaman
- Digital Product
- Jasa ( Seo, web dan penulisan
- Brand Authority dan lead
Kesalahan besar Blogger Saat Menghadapi Google AI
- Melawan AI dengan AI ini dilakukan dengan membuat konten banyak dengan AI
- Menyalahkan Google
- mengganti Niche tiap update konten
- berhenti menulis
- Memperbaiki kualitas tulisan
- Memperjelas search Intent (untuk Search Intent dapat di baca disini :Cara Menentukan Search Intent agar Artikel Blogger Ranking
- membangun topical authority
- menuliskan berdasarkan pengalaman
Strategi Konten yang tahan AI Overview
- Buat dan Tulis konten yang diperlukan oleh manusia, bukan mesin
- Fokus pada solusi nyata, bukan hanya definisi
- Bangun satu topic secara mendalam
- Gunakan struktur yang jelas dengan tambahan FAQ
- Jadikan konten sebagai referensi bukan ringkasan.
Jadi, Apakah Membuat konten Masih Layak Diperjuangkan?
- Copy dan paste
- Kejar cepat dengan harapan menghasilkan uang
- Berharap AI bekerja penuh
- Serius membangun Authoriry
- Menulis dari penglaman yang dimiliki
- memahami search intent
- konsisten pada satu topic
Kesimpulan
Masuknya AI ke mesin pencari Google di tahun 2026 bukan akhir dari dunia konten, melainkan akhir dari konten asal jadi. Google tidak membunuh kreator, Google hanya berhenti memberi panggung pada tulisan yang dangkal, tanpa niat, tanpa pengalaman, dan tanpa nilai nyata bagi pembaca.
AI Google tidak menciptakan jawaban dari nol. Ia hanya merangkum, memilih, dan memprioritaskan konten manusia yang paling rapi, paling relevan, dan paling berpengalaman. Artinya, posisi kreator manusia masih sangat kuat—bahkan semakin mahal nilainya—jika mampu menghadirkan konten berbasis praktik, pengalaman, studi kasus, dan solusi nyata.
Penurunan trafik yang dialami banyak blogger bukan semata karena AI, tetapi karena konten mereka memang mudah digantikan oleh ringkasan AI. Sebaliknya, konten yang dibangun dengan fokus niche, topical authority, dan search intent yang jelas justru tetap dilirik Google, bahkan dijadikan sumber oleh AI Overview.
Di era ini, membuat konten masih sangat layak diperjuangkan, namun dengan pendekatan yang benar: bukan mengejar kuantitas, bukan melawan AI dengan AI, melainkan membangun otoritas, kualitas, dan kepercayaan. Ketika banyak orang menyerah, justru di situlah peluang terbesar terbuka bagi kreator yang serius.
FAQ
1. Apakah membuat konten masih layak di tahun 2026 saat Google sudah menggunakan AI?
Masih sangat layak. Google AI tidak menggantikan kreator manusia, melainkan menyaring konten berkualitas rendah. Konten berbasis pengalaman, solusi nyata, dan niche yang jelas justru semakin dibutuhkan sebagai sumber AI.
2. Kenapa banyak blog mengalami penurunan trafik sejak adanya AI Overview?
Karena kontennya mudah dirangkum oleh AI, seperti artikel definisi pendek, “apa itu” tanpa solusi, hasil rewrite, dan konten tanpa sudut pandang atau pengalaman nyata.
3. Apakah Google AI membuat jawaban sendiri tanpa mengambil dari artikel?
Tidak. Google AI mengambil dan menyusun jawaban dari konten buatan manusia yang dianggap kredibel, relevan, dan memiliki struktur yang jelas.
4. Konten seperti apa yang tetap aman dan bernilai di era AI Google?
Konten tutorial berbasis praktik, pengalaman pribadi, studi kasus, opini profesional, serta konten niche yang fokus pada pemecahan masalah nyata.
5. Bagaimana strategi konten agar tidak kalah oleh AI Overview?
Fokus menulis untuk manusia, bukan mesin; perjelas search intent; bangun satu topik secara mendalam; gunakan struktur yang rapi dengan FAQ; dan jadikan artikel sebagai referensi, bukan sekadar ringkasan.
Tentang Penulis
Ditulis oleh Tondi Nihita, blogger dan praktisi SEO



Posting Komentar